Gili Gili Gimana Gitu

“Kring…kring…,” dering “klakson” dengan suara khas klak klak sebuah cidomo terdengar dari belakang. Para pengendara sepeda (pengayuh sepeda mungkin lebih tepatnya) di depannya menepi. Kuda penarik cidomo melaju menyalip, dan sepeda-sepeda kembali ke jalurnya semula.

Saya berada di Gili Trawangan. Pulau yang touristy banget dan terkenal seantero jagat raya (ngga juga sih..). Berada di sana seperti berada tidak-di-Indonesia. Di pinggir jalan tepi pantai, wisatawan asing lebih banyak daripada wisatawan domestik. Saya ke sini murni karena penasaran dengan pulau mungil ini, dan cara terbaik untuk menikmatinya adalah dengan bersepeda keliling pulau.

Continue reading

Advertisements

Before Lombok

(Hai! Ini adalah pembuka dari rangkaian tulisan (Perjalanan Lombok 2017)

Pulau di sebelah timur Bali, yang akhir-akhir ini semakin memenuhi pikiran saya. Lombok disebut-sebut dalam iklan “Ok Google”, hadiah undian Gramedia, bonus beli rumah dengan DP tertentu di Jogja, diskon boarding pass A*r*s*a, dan lain lain lainnya. Kurang ngehits apa coba?

Saya dan Firman sengaja membeli tiket penerbangan pukul 22.50 WIB dari Jakarta ke Bali. Tidak langsung ke Lombok, karena harganya, alamak, muahalll (maklum, masih saat-saat libur lebaran, suasana mudik!). Tiket ke Bali pada malam itu exceptionally expensive, masyaAllah, astaghfirullah, bisa 2x lipat tiket biasa, tapi masih lebih murah daripada ke Lombok langsung. Dari Terminal 2 Soetta, meluncur lah kami ke Denpasar. Pesawat pun tiba beberapa menit lebih awal dari jadwal (wooow…thanks AirAsia!).

Continue reading