Dekat di Hati

Halo Sabtu 11 Maret 2017

Sabtu ini, seorang teman pulang dari perantauan ke Jakarta, namanya Firman (bukan Firman di cerita sebelumnya). Jadi kami memutuskan menghabiskan waktu bermalam minggu beramai-ramai ke Jogja. Kota ini tentunya familiar untuk kami, bertahun-tahun belakangan kami tinggal, kuliah, dan banyak berkegiatan di Jogja. Tapi sangat jarang kami bermain bersama sengaja mengunjungi destinasi wisata. Kali ini kami memutuskan untuk menjadi ‘turis’ hihihi.

Pukul 2 siang, kami berangkat dari Magelang, tentu sudah terlampau siang dengan kondisi jalan yang kurang lancar mengingat itu adalah hari sabtu dimana hampir semua orang keluar dari rumah masing-masing. Kami menghampiri satu teman kami di daerah Morangan Sleman, sekalian reuni, katanya. Rencana awal, kami ingin mengunjungi Candi Ratu Boko, namun tentunya kami terlambat karena sudah terlampau sore ketika tiba di candi. Lalu saya mengusulkan untuk pindah destinasi ke Candi Ijo yang ada di dekatnya, karena menurut saya sunset di Candi Ijo tidak kalah indah dari Candi Ratu Boko.

gambar : Matahari sudah terbenam, jadi kami tidak bisa memasuki area Candi Ijo. tapi pemandangan senja di tempat parkir sudah cukup menyenangkan untuk orang-orang yang bosan dengan rutinitas kota besar. Continue reading

Sangalaki – Sang Lelaki

Pernah mendengar tentang Sangalaki?

Ya, ini adalah nama sebuah pulau di Kepulauan Derawan yang terkenal itu.

Kalau kalian mendengar kata Derawan, apa yang pertama terlintas di pikiran kalian? Penyu? Taman laut yang indah? Danau ubur-ubur? Goa laut? Manta? Mantan? *eh haha

Ya semua yang saya sebutkan di atas memang bisa ditemukan di Derawan (entah kalau yang terakhir ^.^). Kawasan yang berbentuk kepulauan ini memiliki alam laut yang saaaangat kaya, mungkin salah satu yang terkaya di Indonesia. Ada 4 pulau utama yang menjadi destinasi pariwisata utama di kawasan ini, yaitu Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, dan Pulau Maratua. Continue reading

Sekitar Mangunan, Imogiri

Halo. Hai.

Ini memang bukan hari Sabtu, sekalipun blog ini berjudul “halosabtu”. Tapi bolehlah saya menulis ketika ada waktu luang. Di sinilah saya, di rumah, dikunjungi batuk-pilek dan demam. Saya percaya penyakit ini datang untuk mengerem saraf impulsif saya (syukurlah ya, hahaha).

Minggu kemarin, saya kedatangan tamu istimewa. Pacar. Haha. Kami berencana main ke Kebun Buah Mangunan kala matahari terbit. Saya yang akhir-akhir ini terbiasa bangun pagi tetapi lanjut tidur lagi sampai agak siang, sedikit pesimis. Eh, nyatanya siap juga jam 3.30 pagi!

Continue reading

Surat yang Tak Dikirimkan

Beberapa waktu lalu teman saya menyarankan saya untuk menulis Surat untuk Papua. Sebuah (mungkin) program untuk menyampaikan surat bagi anak-anak (SD-SMP) di Sorong Selatan. Saya bersemangat menulis, tercipta beberapa surat, kemudian saya tidak yakin yang mana yang harusnya saya kirim.

Batas pengirimannya akhir Agustus 2016. Saya membuat surat ini pertengahan bulan. Berhubung penyakit nggak pedean sudah tingkat akut, akhirnya surat itu mengendap saja di laptop dan malah saya kirimkan ke teman saya tadi. Haha. Continue reading