Monokrom

Saya ingin berbagi musik yang saya dengarkan ketika dalam perjalanan kemanapun. Salah satunya adalah lagu Monokrom dari Tulus.

Advertisements

Gili Gili Gimana Gitu

“Kring…kring…,” dering “klakson” dengan suara khas klak klak sebuah cidomo terdengar dari belakang. Para pengendara sepeda (pengayuh sepeda mungkin lebih tepatnya) di depannya menepi. Kuda penarik cidomo melaju menyalip, dan sepeda-sepeda kembali ke jalurnya semula.

Saya berada di Gili Trawangan. Pulau yang touristy banget dan terkenal seantero jagat raya (ngga juga sih..). Berada di sana seperti berada tidak-di-Indonesia. Di pinggir jalan tepi pantai, wisatawan asing lebih banyak daripada wisatawan domestik. Saya ke sini murni karena penasaran dengan pulau mungil ini, dan cara terbaik untuk menikmatinya adalah dengan bersepeda keliling pulau.

Continue reading

30 Paspor, Puisi dan Penyelidikan

Ini bukan review buku. Ini adalah tulisan acak tentang apa saja yang sudah saya baca selama bulan Juli ini, dan kebetulan, cocok untuk menemani kita jalan-jalan (kecuali nomor 4), atau dinikmati untuk semakin meningkatkan semangat menjelajah bumi.

  1. 30 Paspor di Kelas Sang Profesor (J.S. Khairen)
    23293200

    Sumber gambar: Goodreads

    Saya sedang membaca buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor. Sinopsis di belakang buku-nya menarik dan tidak sabar untuk membuka lembar demi lembar. Masalahnya, karena bukunya bagus, kadang sayang untuk cepat-cepat diselesaikan.
    Lepas dari itu, buku ini menyenangkan untuk dibaca, mendorong semangat belajar yang mulai redup jadi bersinar lagi, menyadarkan saya bahwa “jalan-jalan” selama ini yang orang mungkin lihat hanya sekadar main, sebenarnya memberi makna lebih bagi hidup banyak orang, termasuk saya, yang tidak bisa saya dapat dari ruang kelas.

  2. Detective Conan (Gosho Aoyama)
    23645685

    Sumber gambar: Goodreads

    Saya sudah menggemari Conan sejak SD (haha). Dan sekarang lebih sering membacanya di internet, karena episode-nya lebih cepat keluar daripada versi cetak. Membaca versi cetak sebenarnya lebih enak, mata tidak cepat lelah, bisa dibawa ke mana-mana, dan tidak perlu internet. Dan poin plusnya adalah, buku ini komik. Ngga pusing baca tulisan melulu!

  3. Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (Joko Pinurbo)
    30531785

    Sumber gambar: Goodreads

    Ini adalah buku kumpulan puisi. Isinya hmm, haha, wow, seru. Saya suka membaca buku puisi yang bagus, karena hidup terasa lebih syahdu dengan puisi. Judul puisi-puisi Joko Pinurbo juga tidak biasa, seperti ‘Celana’ contohnya. Selagi menunggu penerbangan atau untuk sekadar baca-baca, buku ini pilihan yang oke. Pastikan selera humor tetap terjaga. Yah, baca aja deh.

  4. Air Crash Investigation (National Geographic TV)
    maxresdefault

    Sumber gambar: Youtube

    Sebenarnya saya tidak “membaca” tapi menonton. Membaca subtitle mungkin lebih tepat ya (hahaha). Air Crash Investigation bercerita tentang penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat. Setiap episode memuat cerita yang berbeda dan kadang penemuan yang membuat saya dan Azka ber-“wooow”-ria. Kadang, hanya diperlukan satu kesalahan kecil untuk akibat yang sangat fatal. Tetapi dari serial ini saya belajar bahwa: (1) Akibat yang fatal itu membawa pelajaran untuk perkembangan dunia di masa depan; dan (2) Dalam dunia aviasi, kecelakaan selalu diakibatkan oleh banyak faktor, tidak mungkin hanya 1 faktor saja.

    Pada awalnya, acara ini memang membuat saya lebih waswas ketika naik pesawat. Semakin saya menonton banyak episode, semakin saya mengerti bahwa transportasi udara adalah yang paling aman di antara semua jalur transportasi. Kompleksnya sistem dan mesin, banyaknya orang yang terlibat, dan ketatnya peraturan dan pengawasan membuat saya semakin yakin bahwa dunia penerbangan sekarang jauh lebih baik.

 

Begitulah. Semoga bermanfaat dan have a nice day!

 

Before Lombok

(Hai! Ini adalah pembuka dari rangkaian tulisan (Perjalanan Lombok 2017)

Pulau di sebelah timur Bali, yang akhir-akhir ini semakin memenuhi pikiran saya. Lombok disebut-sebut dalam iklan “Ok Google”, hadiah undian Gramedia, bonus beli rumah dengan DP tertentu di Jogja, diskon boarding pass A*r*s*a, dan lain lain lainnya. Kurang ngehits apa coba?

Saya dan Firman sengaja membeli tiket penerbangan pukul 22.50 WIB dari Jakarta ke Bali. Tidak langsung ke Lombok, karena harganya, alamak, muahalll (maklum, masih saat-saat libur lebaran, suasana mudik!). Tiket ke Bali pada malam itu exceptionally expensive, masyaAllah, astaghfirullah, bisa 2x lipat tiket biasa, tapi masih lebih murah daripada ke Lombok langsung. Dari Terminal 2 Soetta, meluncur lah kami ke Denpasar. Pesawat pun tiba beberapa menit lebih awal dari jadwal (wooow…thanks AirAsia!).

Continue reading