Manggar

Manggar sering disebut-sebut dalam cerita Ikal si anak Laskar Pelangi. Konon, Manggar adalah tempat nongkrong favorit para pekerja penambang timah usai bekerja. Mereka akan mengobrol ringan sambil menyeruput kopi di warung sederhana.

Bertahun kemudian, kebiasaan ngupi pascakerja tersebut menjadi budaya yang menjadi daya tarik khusus Manggar. Mereka menyebut Manggar kota 1001 warung kopi. Kenapa 1001? Seperti Lawang Sewu dan Kepulauan Seribu, tujuannya kemungkinan besar untuk menggambarkan banyaknya warung-warung kupi yang tersebar di Manggar (yang saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya). Manggar juga punya lambang kota, semacam Sura & Baya-nya Surabaya gitu. Bentuknya bisa ditebak, tidak jauh-jauh dari julukannya: teko kopi!

02

“Kota” 1001 Warung Kopi

Continue reading

Advertisements

Hari Pertama di Belitung

Sudah beberapa bulan yang lalu saya ke Belitung dan sekitarnya, tapi baru sekarang sempat menulis. Bukan tidak ada waktu, hanya tidak ada niat. Maka begitu niat datang, saya sandera dia sampai paling tidak cerita pertama selesai saya kerjakan. Semoga hari kalian menyenangkan.

There

Awalnya, Mba Elly mengajak saya bermain ke Karimunjawa. Waktu itu kurang dari sebulan sebelum Idul Fitri. Kami berencana memanfaatkan libur panjang kantor untuk backpacking ria ke dunia baru.

“Yang lainnya Mba, bulan berikutnya aku mau ke Karimunjawa bareng teman-teman SMP,” kata saya waktu itu. Memang, rencananya akhir Agustus saya kesana bersama beberapa teman (walaupun akhirnya batal).

Sempat saya sebutkan Ujung Kulon, tapi Mba Elly yang tinggal di Bogor menolak karena Ujung Kulon “bisa dikunjungi saat weekend”. Setelah beberapa lama, muncullah ide pergi ke Belitung, negeri Laskar Pelangi. Saya langsung mengiyakan. Dan malam itu juga, kami membeli dua tiket pesawat Cengkareng – Tanjung Pandan untuk tanggal 20 Juli 2015.

Continue reading