On The Way To Haharu

Sekitar jam 10, kami selesai berkemas—dengan malas, tentu!—dan memulai perjalanan hari itu.

Azka, Boni dan aku sudah menyepakati hasil diskusi sekitar 30 menit lalu: kami akan ke arah Haharu, mencari the road to Kalamba. Hal pertama disarankan Anne, seorang cewek Australia yang kami temui saat sarapan di teras pusat villa (karena memang di situlah restoran-nya). Ia datang ke sini untuk menemui partner organisasi sosial-nya, yang memiliki program peningkatan pendapatan di Haharu, dan ia tahu sedikit tentang Kalamba.

Boni menemukan Kalamba di media sosial dan, oh, betapa foto itu kelihatan tidak nyata!

Continue reading

Advertisements

Morinda di Sumba Timur

Aku duduk selonjor di teras. Azka memandang kosong ke depan, dengan kaki-kaki terselip di antara sekat pagar. Boni bersila di kursi. Firman dan Om Bai sudah tiba di penginapan kami jam 9.

Mereka meminta maaf karena bangun terlambat hingga tidak bisa datang pagi sekali seperti yang dijanjikan semalam. Kami buru-buru berkata bahwa hal itu bukanlah jadi masalah. Morinda memberikan kami sambutan meriah di pagi hari.

Continue reading

What Will You Choose?

20170303_183504

May we make a good choice

During our trip at Sumba-Bali in early March, I met strangers—now acquaintances, who seemed to left deep impressions to us (Azka, Boni, me). It is that every time we part, they were all saying similar things, separately.

“I hope you will make good choice ahead.”

“I hope your life will be full of great choices.”

They somehow imply that this life is about our choices. Where you want to be, what you want to be, how you want to be. And those with all other questions will test our courage in taking risk in this life. Bravery, like people say.

What will you choose?

For us, we choose happiness, for everyone.