Stasiun Cipeundeuy

Pagi ini saya terbangun di kursi gerbong nomor 1.

Kereta memasuki jalur yang diapit dua bukit, kelihatan tanaman rumput berwarna cokelat membatasi pandangan kami. Menjulang. Kemudian kereta keluar dari lembah, perlahan kiri dan kanan terbukalah pembatas tadi. Pemandangan pegunungan dan sawah terasering. Begitu terus, berulang selepas Stasiun Banjar menuju Bandung.

Menjelang pukul 7, kereta melambat.

tumblr_nx25vuwKQk1siezozo1_540

Hey there!

Para penumpang yang terhormat, sebentar lagi kita memasuki Stasiun Cipeundeuy!


Ibu-ibu penjaja makanan sudah bersiap koar-koar dari balik pagar stasiun saat kereta berhenti total. Tidak semua penumpang turun untuk keluar stasiun. Termasuk saya. Stasiun ini rupanya stasiun kecil.

Saya melongok keluar pintu gerbong dan melihat bukit-bukit berkabut. Di depan kereta terdapat jembatan layang, dilewati truk-truk barang. Saya membeli tahu dan mengobrol dengan mas-mas penjaga gerbong barang (sambil makan gorengan bersama).

Halo, Cipeundeuy!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s